Mulai dengan akhir dalam pikiran berarti membentuk gambaran yang jelas tentang tujuan hidup kita, menentukan apa nilai-nilai hidup kita, dan menentukan sasaran-sasaran yang ingin kita capai. Berarti berpikir tentang hari esok dan menentukan arah hidup agar setiap langkah yang kita ambil senantiasa berada pada rel atau jalur yang benar.
Mengapa memiliki akhir dalam pikiran itu penting? Sedikitnya ada dua alasan.
Pertama, remaja seusia kita lazim menghadapi sejumlah persimpangan jalan yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Arah atau jurusan yang kita pilih sekarang dapat mempengaruhi diri kita selamanya.
Kedua, kita sendirilah yang harus menentukan masa depan kita. Jika kita tidak menentukan sendiri masa depan kita, maka orang lain akan melakukannya bagi kita, sehingga kita ibarat membebek saja pada orang lain.
Bagaimana cara Mulai dengan akhir dalam pikiran? Cara terbaik adalah dengan menuliskan RUMUSAN MISI PRIBADI. Itu adalah sejenis motto atau semboyan pribadi yang secara padat melukiskan seperti apa kehidupan kita. Itu adalah cetak biru (blue print) kehidupan kita. Itu ibarat konstitusi atau undang-undang dasar sebuah negara, atau ibarat rumusan misi suatu perusahaan atau organisasi. Apa manfaat rumusan misi pribadi bagi kita? Setidaknya ada dua.
Sabtu, 12 Maret 2016
Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif
Akulah sumber pendorong diriku sendiri'
Manusia bisa bahagia, bisa tidak adalah tergantung pilihannya
sendiri. Di dunia ini ada 2 tipe orang, yang proaktif dan yang reaktif. Mereka
yang bertanggung jawab atas hidupnya, dan mereka yang biasanya menyalahkan ;
mereka yang menjadikan segalanya terlaksana, dan mereka yang menjadi korban.
Kebiasaan 1 bilang, "Akulah sumber pendorong diriku
sendiri. Akulah kapten hidupku. Aku bisa memilih sikap. Akulah yang bertanggung
jawab atas kebahagiaan ataupun ketidak-bahagiaanku sendiri. Akulah yang duduk
di kursi pengemudi menuju takdirku, bukannya penumpang". Bersikap proaktif
adalah langkah pertama menuju tercapainya kemenangan pribadi.
Orang-orang reaktif membuat pilihan-pilihannya menurut dorongan
hati. Mereka seperti sekaleng soda, kalau kehidupan mengocoknya sedikit saja,
tekanannya menumpuk dan tiba-tiba mereka meledak.
Orang-orang proaktif membuat pilihan-pilihannya menurut
nilai-nilai. Mereka berpikir sebelum bereaksi. Mereka sadar bahwa mereka tidak
bisa mengendalikan segala yang terjadi kepada mereka. Tidak seperti orang
reaktif yang penuh karbon, orang proaktif adalah ibarat air. Dikocok seperti
apapun, dibuka tutupnya, takkan terjadi apa-apa. Takkan terdengar suara
mendesis, takkan ada gelembung, takkan ada tekanan. Tetap tenang, dingin dan
terkendali.
Langganan:
Postingan (Atom)