Sabtu, 12 Maret 2016

Kebiasaan 2: Mulai Dengan Akhir Dalam Pikiran

Mulai dengan akhir dalam pikiran berarti membentuk gambaran yang jelas tentang tujuan hidup kita, menentukan apa nilai-nilai hidup kita, dan menentukan sasaran-sasaran yang ingin kita capai. Berarti berpikir tentang hari esok dan menentukan arah hidup agar setiap langkah yang kita ambil senantiasa berada pada rel atau jalur yang benar.

Mengapa memiliki akhir  dalam  pikiran  itu  penting? Sedikitnya ada dua alasan.

Pertama,  remaja  seusia  kita  lazim  menghadapi  sejumlah  persimpangan jalan   yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Arah atau jurusan yang kita pilih sekarang dapat mempengaruhi diri kita selamanya.

Kedua, kita sendirilah yang harus menentukan masa depan kita. Jika kita tidak menentukan sendiri masa depan kita, maka orang lain akan melakukannya bagi kita, sehingga kita ibarat membebek saja pada orang lain.

Bagaimana  cara Mulai dengan akhir  dalam pikiran? Cara terbaik adalah dengan menuliskan  RUMUSAN MISI PRIBADI. Itu adalah sejenis motto atau semboyan pribadi yang secara padat melukiskan seperti apa kehidupan kita. Itu adalah cetak biru (blue  print) kehidupan kita. Itu  ibarat konstitusi atau undang-undang dasar sebuah negara, atau ibarat rumusan misi suatu perusahaan atau organisasi. Apa manfaat rumusan misi pribadi bagi kita? Setidaknya ada dua.

Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif

Akulah sumber pendorong diriku sendiri'

Manusia bisa bahagia, bisa tidak adalah tergantung pilihannya sendiri. Di dunia ini ada 2 tipe orang, yang proaktif dan yang reaktif. Mereka yang bertanggung jawab atas hidupnya, dan mereka yang biasanya menyalahkan ; mereka yang menjadikan segalanya terlaksana, dan mereka yang menjadi korban.
Kebiasaan 1 bilang, "Akulah sumber pendorong diriku sendiri. Akulah kapten hidupku. Aku bisa memilih sikap. Akulah yang bertanggung jawab atas kebahagiaan ataupun ketidak-bahagiaanku sendiri. Akulah yang duduk di kursi pengemudi menuju takdirku, bukannya penumpang". Bersikap proaktif adalah langkah pertama menuju tercapainya kemenangan pribadi.
Orang-orang reaktif membuat pilihan-pilihannya menurut dorongan hati. Mereka seperti sekaleng soda, kalau kehidupan mengocoknya sedikit saja, tekanannya menumpuk dan tiba-tiba mereka meledak.
Orang-orang proaktif membuat pilihan-pilihannya menurut nilai-nilai. Mereka berpikir sebelum bereaksi. Mereka sadar bahwa mereka tidak bisa mengendalikan segala yang terjadi kepada mereka. Tidak seperti orang reaktif yang penuh karbon, orang proaktif adalah ibarat air. Dikocok seperti apapun, dibuka tutupnya, takkan terjadi apa-apa. Takkan terdengar suara mendesis, takkan ada gelembung, takkan ada tekanan. Tetap tenang, dingin dan terkendali.